East Java Magazine akhirnya kembali hadir setelah lebih dari 20 tahun ‘menghilang’. Edisi pertama majalah ini adalah tahun 2001 yang bertepatan dengan pelaksanaan East Java Orchids Show 2001 di Kebun Raya Purwodadi Pasuruan Jawa Timur. Menilik ‘cerita’ itu seolah East Java Magazine tak ubahnya majalah tempo. Tentu bukan Tempo yang majalah itu, namun makna Jawa yang artinya tempo-tempo cetaknya. Alias cetaknya sesekali saja. Hehehe….
Kini East Java Magazine kembali hadir yang juga bertepatan dengan gelaran 2nd East Java Orchids Show 2022 di Balai Kota Among Tani Kota Batu. Seolah memang majalah ini ditakdirkan sebagai pertanda sebuah pergerakan organisasi. Sebagaimana pameran dan kompetisi individual di EJOS 2022 ini, East Java Magazine hadir sebagai bentuk ‘woro-woro’ yang dokumentatif. Cerita sukses, pengalaman mendalam dan juga prestasi dunia peranggrekan kita akan terekam sempurna dalam tulisan majalah ini.
Beberapa karya monumental dan silangan berkasta sultan yang berhasil dilahirkan oleh penganggrek Jawa Timur menjadi sajian indah dalam majalah ini. Kisah sukses from zero to hero layaknya balapan kelas atas juga bisa disimak dan diambil pelajaran di majalah ini. Tips cerdas dan pola penyilangan efektif tak lupa menjadi bahan diskusi yang tak lekang oleh waktu juga tersaji sedap di ramuan tulisan tim kami. Namun bagaimanapun besarnya mimpi kami untuk menyajikan yang terbaik tentu tetap terbatas oleh halaman.
Yang tertulis dan terekam di East Java Magazine sama sekali belum mewakili potensi besar peranggrekan Jawa Timur apalagi Indonesia. Masih banyak bahan tulisan, masih banyak karya berharga dan plasma nutfah original Indonesia yang belum bisa kami sajikan ceritanya. Kendati demikian sekelumit cerita soal anggrek dalam majalah ini adalah pesan awal dari kami DPD Perhimpunan Anggrek Jawa Timur untuk kita para pencinta anggrek Indonesia dan dunia. Awalan ini kami harap akan menjadi jalan terang menuju lahirnya kembali East Java Magazine pada edisi berikutnya.
Semoga majalah ini menjadi media efektif untuk saling cerita dan diskusi tentang organisasi dan potensi anggrek kita. Dengan segala kekurangan dan keterbatasan tentu kami berharap nasihat indah nan bijak dari semua agar East Java Magazine akan konsisten berkontribusi bukan hanya sebagai prasasti organisasi. Amien.
Fathul Yasin, Pemred East Java Magazine
